Golongan Obat
❖ OBAT BEBAS
1. Falovit Komposisi:
Komposisi: Folic Acid 1000 mcg
Indikasi Umum : Anemi amegaloblastik dan makrositik akibat defisensia samfolat. Pada keadaan yang membutuhkan suplemen asam folat serta keadaan dimana kebutuhan asam folat meningkat.
Dosis : Defisiensi asam folat : Dosis awal 0.25 mg - 1 mg sehari sampai terdapat responklinis. Dosis penunjang: 0.25 mg sehari (0.8 mg pada ibu hamil dan menyusui). Suplemen pada masa kehamilan : 0.1 mg - 1 mg sehari. Pada keadaan kebutuhan asam folat meningkat, dosis dapat diberikan sampai 0.5 mg - 1 mg.
Efek Samping : Pada umumnya tidak terdapat reaksi efek samping pada penggunaan asam folat dibawah 1 mg KontraIndikasi : Hipersensitif terhadap asam folat. Pemberian asam folat jangka panjang dikontraindikasikan untuk beberapa penderita defisiensi kobalamin yang tidak diobati.
2. Sangobion
Komposisi : Fe gluconate 250 mg (setara elemental Fe 30 mg), Manganese Sulfate 0.2 mg, Copper Sulfate 0.2 mg, vit.C 50 mg, Folic Acid 1 mg, vit.B12 7.5 mcg Indikasi Umum: Anemia karena kekurangan zat besi dan mineral lain yang membantu pembentukan darah. Dosis : 1 Kapsul, diminum 1 kali per hari. Efek samping: Gangguan gastro intestinal atausaluranpencernaan dan tinja berwarna gelap. KontraIndikasi : Hemokromatosis primer, penderita yang mendapat transfusi darah berulang, tukak lambung aktif
3. Oralit
Komposisi : Tiap kantong 200 ml mengandung : Natrium klorida 0.52 gram Kalium klorida 0.3 gram, Trisodium sitratdihidrat 0.58 gram – Glukosa anhidrat 2.7 gram Indikasi Umum : Obat ini digunakan untuk mencegah dan mengobati dehidrasi akiba tdiare dan muntah. Dosis : Dibawah 1 tahun : 3 jam pertama 1.5 gelas, selanjutnya 1/2 gelas tiap kali mencret. Anak 1 - 5 tahun: 3 jam pertama 3 gelas, selanjutnya 1 gelas tiap kali mencret. Anak 5 - 12 tahun : 3 jam pertama 6 gelas, selanjutnya 1.5 gelastiap kali mencret. Anak lebihdari 12 tahun : 3 jam pertama 12 gelas, selanjutnya 2 gelastiap kali mencret
Efek Samping : Perutkembung, nyeriperut, hipernatremia KontraIndikasi : Penderitaan gangguan fungsi ginjal, malabsorpsi glukosa, serta dehidrasi parah.
4. Dolo-neurobion
Komposisi : Paracetamol 500 mg, vit.B6 100 mg, vit.B1 50 mg, vit.B12 100 mcg IndikasiUmum Obatinidigunakanuntukmengurangi rasa nyeri yang disebabkan Neuritis dan Neuralgia. Dosis : 2-3 x sehari 1 tablet EfekSamping : dosisbesar dan jangkapanjangdapatmenyebabkankerusakanhati, reaksi hipersensitif KontraIndikasi : Jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap paracetamol, dan komponen lain obatini.
5. Termagon
Komposisi : Paracetamol 500 mg Indikasi Umum : Untuk mengurangi sakit kepala, gigi, sakit pada waktu haid dan untuk menurunkan demam Dosis : Dewasa : 1 kaplet 3 kali sehari. Anak-anak : 1/2-1 kaplet 3 kali sehari Efek Samping : Reaksi hematologi, reaksi kulit, dan reaksi alergi lainnya, kerusaka nhati pada penggunaan jangka lama dan overdosis KontraIndikasi : Disfungsi hati dan ginjal.
❖ OBAT BEBAS TERBATAS
1. Theorbon
Komposisi: Theophylline 130 mg Indikasi: Asma Bronkhial dan kondisi Bronkhospastik Dosis: Dewasa : 3 x sehari 1 kapsul Efek samping: Gangguan GI, cemas,seringberkemih Kontraindikasi: Tukak peptik, gastritis aktif, gangguan ginjal atau hati berat.
2. Anusol
komposisi : Anusol terdiri dari dua jenis yaitu Anusol dan Anusol Plus, keduanya memiliki kandungan yang sama yaitu Zinc sulfate monohydrate. Hanya saja, terdapat tambahan bahan aktif Pramoxine hydrochloride pada Anusol Plus. Keduanya hadir dalam dua bentuk sediaan yaitu Anusol sapel dan Anusol supp. indikasi : untuk mengatasi gejala wasir. Anusol salep digunakan untuk mengatasi wasir internal dan eksternal. Sedangkan Anusol supp digunakan untuk mengatasi wasir internal. Anusol memiliki manfaat untuk mengatasi gejala wasir seperti berikut ini: * Nyeri * Sensasi terbakar * Gatal * Pembengkakan Dosis : Dosis Anusol salep: Dioleskan pada bagian yang terinfeksi setiap 4 jam sekali atau setiap setelah buang air besar. Dosis Anusol supp: 1 suppositoria di pagi hari sebelum tidur, dan setiap setelah buang air besar efek samping : Efek samping yang mungkin terjadi adalah akibat dari reaksi alergi seperti ruam, gatal,pembengkakan, hingga sulit bernafas. kontra indikasi : Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap bahan aktif Anusol tidak diperbolehkan menggunakan obat ini.
3. Dextral
Komposisi : Per 5 mL : Dextromethorphan HBr 10 mg, Glyceryl Guaiacolate 50 mg, Phenylpropanolamine HCl 12.5 mg, Chlorpheniramine maleate 1 mg Dosis : Dewasa: 3 x sehari 1 sendok takar 5 mL, Anak 6-12 tahun : 3 x sehari 0.5 sendok takar 5 mL. Indikasi Umum : Batuk dan pilek Efek Samping : Mulut, hidung dan tenggorokan kering, nafsu makan berkurang, mual, muntah, gelisah, tremor, insomnia, kebingungan, sakit kepala, mengantuk, vertigo, mulut kering dan retensi urin Kontra Indikasi : Hipertensi berat. Mendapat terapi MAOI. Penyakit jantung, DM
4. Bisolvon
Komposisi : Per 5 mL: Bromhexine HCl 4 mg, guaifenesin 100 mg Indikasi Umum : Obat ini digunakan sebagai sekretolitik (mukolitik) dan ekspektoran untuk meredakan batuk berdahak dan mempermudah pengeluaran dahak. Dosis : Chevron-up Dewasa dan Anak diatas 12 tahun:10 ml (sendok takar 5 ml), diberikan 3 kali perhari. Anak 6-12 tahun: 5 ml (1 sendok takar 5 ml), diberikan 3 kali per hari. Anak 2-6 tahun: 2.5 ml (setengah sendok takar 5 ml), diberikan 3 kali per hari. Efek Samping : Gangguan GI ringan. Reaksi alergi, terutama ruam kulit. Peningkatan kadar transaminase, sakit kepala dan vertigo Kontra Indikasi : penderita yang hipersensitif terhadap Bromhexine HCl atau komponen lain dalam formula.
5. Bronex
Komposisi : Bromhexine HCL 8 mg Indikasi : Bromhexine bekerja dengan mengganggu produksi lendir dalam saluran pernapasan. Bromhexine akan memecah mukopolisakarida dan mukoprotein pada lendir, sehingga produksi lendir terbaru akan lebih cair dan mudah dikeluarkan bersama batuk. Dosis : Dewasa dan anak-anak diatas 10 tahun: 1 tablet sebanyak 3 kali/hari Anak-anak: Anak usia 5-10 tahun: ½ tablet sebanyak 3 kali/hari Anak usia 2-5 tahun ½ tablet sebanyak 2 kali/hari Efek samping : sakit kepala, Pusing, Sakit perut, Keringat berlebih, Muntah, Sering buang air besar, Kram perut Kontraindikasi :Pasien yang mengalami gangguan ginjal dan hati yang berat,Pasien yang alergi berat terhadap bromhexine HCl, Pasien yang memiliki tekanan darah tinggi yang berat (hipertensi),Pasien yang mengalami luka di lambung (tukak lambung dan Pasien yang mengalami asma berat.
6. Starmag
Komposisi : Tiap tablet mengandung Famotidine 10 mg, Ca carbonate 800 mg, Mg(OH)2 165 mg. Indikasi : Untuk mengurangi gejala akibat kelebihan asam lambung, seperti mual, nyeri lambung, kembung, nyeri ulu hati dan perasaan penuh pada lambung. Dosis : Dewasa dan anak >12 tahun : 1-2 tablet sehari. Efek Samping : - Kontraindikasi : -
7. DAKTARIN
Komposisi : Setiap gram krim mengandung 20 mg mikonazol nitrat. Indikasi Umum : Krim yang digunakan untuk mengobati infeksi kulit yang disebabkan oleh dermatofit atau ragi, dan jamur lainnya, seperti: - Panu - Tinea capitis di kulit keala - Tinea corporis di leher atau badan - Tinea manuum di telapak tangan - Tinea barbae di dagu - Tinea cruris di selangkangan - Tinea pedis di telapak kaki atau athletes's foot.Selain itu, miconazole memiliki aktivitas terhadap bakteri gram positif, sehingga dapat digunakan unruk mengatasi mikosis dengan infeksi sekunder bakteri (misalnya dermatitis popok). Dosis : chevron-upInfeksi kulit: Oleskan 2 kali sehari pada bagian kulit yang terinfeksi selama 2-6 minggu. Penggunaan krim harus dilanjutkan setidaknya 7 hari setelah hilangnya semua tanda-tanda infeksi hilang dengan tujuan untuk mencegah infeksi kembali kambuh. Efek Samping : Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan sesuai dengan masing-masing individu. Jika terjadi efek samping yang berlebih dan berbahaya, harap konsultasikan kepada tenaga medis. Efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan obat adalah: - Reaksi alergi atau hipersensitif - Angioedema - Urtikaria - Dermatitis kontak - Eritema atau kemerahan - Pruritus – IritasiSegmentasi Kontra Indikasi : chevron-upPengunaan krim ini tidak dianjurkan untuk individu dengan hipersensitif atau alergi terhadap mikonazol atau mikonazol nitrat, atau turunan imidazol lain.
8. Erpham
Komposisi : Clotrimazole 1% Indikasi Umum : chevron-upErphamazol (clotrimazole) digunakan untuk mengobati infeksi jamur terutama kandidiasis dan trikomoniasis. Sediaan topikal seperti cream lebih banyak digunakan untuk infeksi jamur pada kulit seperti jamur pada sela-sela jari kaki (athlete's foot), jamur pada kuku (onkomikosis), jamur pada lipatan kulit, lipatan paha, kulit kepala, serta jamur pada tubuh (panu dan kadas). Dosis : Oleskan secukupnya pada tempat yang terinfeksi 2 x sehari, pagi dan malam. Efek Samping : chevron-upSediaan cream yang digunakan pada kulit umumnya mempunyai efek samping seperti rasa panas, eritema, edema, gatal, rasa seperti terbakar, pedih, urtikaria, dan kejadian iritasi umum lain. Kontra Indikasi : Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada clotrimazole atau obat golongan imidazole lainnya
9. Zacoldine
Komposisi : Tiap 5 ml mengandung Asetaminofen 125 mg, Fenilefrin HCI 5 mg, Klorfeniramin Maleat 1 mg, kalium Sulfoguaiakolat 25 mg Indikasi : Digunakan untuk meringankan gejala-gejala sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin, tenggorokan gatal, batuk berdahak dan menurunkan demam yang menyertai influenza Dosis : Anak 1-6 tahun : 3x sehari 1/2 -1 sendok takar (2,5-5 ml)Anak 6-12 tahun : 2 sendok takar (10 ml) setiap 4 jamDewasa & Anak > 12 Tahun : 3 sendok takar (15 ml) setiap 4 jam Efek Samping : mengantuk, gangguan gastrointestinal, palpitasi (jantung terasa berdebar dan berdetak lebih cepat daripada biasanya), dosis besar paracetamol dan penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati. Kontraindikasi : Hipersensitif 10. MIXAQUIN
10. Benzolac
Komposisi: Per gram : Benzoyl Peroxide 2.5% Indikasi: Untuk pengobatan jerawat (Acne Vulgaris). Dosis: Oleskan gel 2 x sehari pada jerawat Efek samping: Kulit kering, eritema, pengelupasan kulit dan sensasi terbakar, pruritus, iritasi, dermatitis kontak alergi, pembengkakan wajah, reaksi hipersensitivitas. Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan ke Dokter.Kontra indikasi: hipersensitif, hamil, menyusui, anak di bawah 12 tahun.
❖ OBAT WAJIB APOTEK
1. Mycoral
Komposisi: Ketoconazole 200 mg Indikasi Umum: Mukosa sistemik, kandidiasis mukokutan resisten yang kronis, mukosa saluran cerna resisten serius, kandidiasis vaginal resisten yang kronis, infeksi dermatofita pada kulit atau kuku tangan (tidak pada kuku kaki), profilaksis mikosa pada pasien imunosupresan, kandidiasis mukokutan kronis yang tidak responsif terhadap nistatin dan obat-obat lain, infeksi mikosis sistemik (kandidiasis, paraksidioidomikasis, cocci dioidomycosis, hiptoplasmosis). Dosis: Infeksi jamur sistemik: Dewasa : 200 mg 1 x sehari. Jika respon tidak ada, dapat ditingkatkan menjadi 400 mg. Anak > 2 tahun : 3,3-6,6 mg/kg 1 x sehari. Sindrom Crushing: Dewasa dan anak > 12 tahun: Dosis awal 400-600 mg, dapat ditingkatkan 200 mg per hari. Dosis pemeliharaan: 600-800 mg per hari (Max. 1200 mg per hari). Semua dosis diberikan dalam 2 atau 3 dosis terbagi. Efek Samping: enekanan adrenal, perpanjangan QT, kerapuhan tulang, LFT abnormal, reaksi hipersensitivitas (misalnya anafilaksis, angioedema). Kontra Indikasi Hipersensitivitas. Gangguan hati akut atau kronis. Hamil (dengan sindrom Cushing) dan menyusui (oral).
2) Pumpitor
Indikasi Umum: Pengobatan jangka pendek untuk tukak lambung dan tukak duodenum, tukak lambung dan duodenum yang terkait dengan AINS, lesi lambung dan duodenum, regimen eradikasi H. pylori pada tukak peptik, refluks esofagitis, Sindrom Zollinger Ellison. Komposisi: Omeprazole 20 mg Dosis: Tukak Lambung/duodenum krn NSAID: Dewasa: 20 mg 1 kali sehari hingga 8 minggu Eradikasi H.Pylori: Dewasa: 20 mg 2 kali sehari/ 40 mg 1 kali sehari, selama 1 minggu (dikombinasi dengan antibiotik) Anak: > 4 tahun, 15-30 kg: 10 mg 2 kali sehari. > 4 tahun, 31-40 kg: 20 mg 1 kali sehari. selama 1 minggu (dikombinasi dengan antibiotik). Tukak Peptik/ Peptic Ulcer: Dewasa: Pengobatan: 20-40 mg 1 kali sehari, selama 4 minggu (ulkus duodenum) dan 8 minggu (ulkus lambung). Pemeliharaan: 10-20 mg 1 kali sehari, dapat ditingkatkan hingga 40 mg. Gastro-oesophageal reflux Dewasa: Pengobatan: 20 mg 1 kali sehari, selama 4-8 minggu. Untuk kasus yang parah: 40 mg 1 x kali sehari selama 8 minggu. Pemeliharaan: 10 mg 1 kali sehari, dapat ditingkatkan menjadi 20-40 mg sekali sehari jika perlu. Anak: 1 tahun, berat 10-20 kg: 10 mg 1 x kali sehari, ditingkatkan menjadi 20 mg sekali sehari jika perlu. 2 tahun dengan berat badan >20 kg: 20 mg sekali sehari, ditingkatkan menjadi 40 mg sekali sehari jika perlu. Durasi pengobatan: 4-8 minggu. Sindrom Zollinger-Ellison Dewasa: Dosis awal: 60 mg 1 x sehari. Dosis biasa: 20-120 mg per harI )Dosis >80 mg harus diberikan dalam 2 dosis terbagi. Aturan Pakai Sebelum makan Perhatian khusus pada Pasien dengan penurunan simpanan tubuh atau faktor risiko penurunan penyerapan vitamin B12; risiko osteoporosis. Gangguan hati. Anak-anak, orang tua Kategori kehamilan Kategori C: Mungkin berisiko. Obat digunakan dengan hati-hati apabila besarnya manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko terhadap janin. Penelitian pada hewan uji menunjukkan risiko terhadap janin dan belum terdapat penelitian langsung terhadap wanita hamil. Konsultasikan kepada tenaga medis apabila sedang menyusui. Kontra Indikasi Omeprazole dikontraindikasikan untuk pasien yang diketahui hipersensitivitas terhadap obat ini atau bahan lain yang terdapat dalam formulasi. Penggunaan dengan nelfinavir. Efek Samping: Hipomagnasemia, lupus eritematosus kulit, SLE, fraktur terkait osteoporosis, polip kelenjar fundus, karsinoma, diare terkait Clostridium difficile, nefritis interstisial, Defisiensi vitamin B12 (terapi jangka panjang), infeksi gastrointestinal (mis. salmonella, Campylobacter). Gangguan gastrointestinal: Mual, muntah, diare, konstipasi, perut kembung, sakit perut. Gangguan umum dan kondisi tempat pemberian: Kelemahan, malaise. Gangguan hepatobilier: Peningkatan enzim hati. Gangguan sistem kekebalan: Urtikaria. Gangguan metabolisme dan nutrisi: Edema perifer. Gangguan muskuloskeletal dan jaringan ikat: Sakit punggung. Gangguan sistem saraf: Sakit kepala, pusing, mengantuk, parestesia, vertigo. Gangguan jiwa: Insomnia. Gangguan pernapasan, toraks dan mediastinum: Batuk. Gangguan kulit dan jaringan subkutan: Ruam, dermatitis, pruritus.
3) Alluric
Indikasi Umum: Hiperurisemia primer : Hiperurisemia sekunder: mencegah pengendapan asam urat dan kalsium oksalat. Produksi asam urat yang berlebihan antara lain disebakan karena polisitemia vera dan terapi sitostatik. Komposisi: Tiap tablet mengandun: Allopurinol 100 mg Dosis: Dosis awal 100 -300 mg/hari. Kondisi sedang: 300 - 600 mg/hari. Kondisi berat: 700 - 900 mg/hari. Dosis tunggal maksimum 300 mg. Aturan Pakai Diminum setelah makan Perhatian Jangan diberikan pada keadaan gout akut. - Hentikan pengobatan jika timbul ruam atau alergi kulit. - Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau mengoperasikan mesin, sebiknya hindari kegiatan-kegiatan tersebut selama mengkonsumsi obat ini. - Hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal, ibu hamil dan/atau menyusui. Kategori kehamilan: Kategori C: Mungkin berisiko. Obat digunakan dengan hati-hati apabila besarnya manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko terhadap janin. Penelitian pada hewan uji menunjukkan risiko terhadap janin dan belum terdapat penelitian langsung terhadap wanita hamil. Kontra Indikasi: Produk ini tidka boleh diberikan pada pasien dengan kondisi: Hipersensitif terhadap Allopurinol. Serangan asam urat akut. Efek Samping :Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan sesuai dengan masing-masing individu. Jika terjadi efek samping yang berlebih dan berbahaya, harap konsultasikan kepada tenaga medis. Efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan obat adalah: Hipersensitivitas. Gangguan kulit dan jaringan subkutan: pruritus, urtikaria, alopecia. Gangguan gastrointestinal: Mual, muntah, diare, sakit perut, dispepsia, kehilangan indera perasa, gastritis. Mengantuk. Sakit kepala.
OBAT KERAS
1) Opipentin
Komposisi: Gabapentin 300 mg Indikasi Umum: Sebagai terapi tambahan untuk kejang parsial dan kejang dengan generalisasi sekunder pada pasien yang belum terkontrol dengan antikonvulsan standar yang digunakan secara tunggal atau kombinasi, atau yang tidak toleran terhadap dosis terapi obat ini. Gabapentin, sebagai terapi tambahan antikonvulsan, diindikasikan untuk kejang sederhana dan kejang parsial kompleks, terutama kejang umum sekunder tonik-klonik. Dosis: Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun : 900-1800 mg/hari. Hari ke-1: 300 mg 1x sehari. Hari ke-2 300 mg 2x sehari. Hari ke-3 300 mg 3x sehari. Selanjutnya, dosis dapat ditingkatkan sampai dengan 1200 mg/hari diberikan dalam 3 dosis terbagi. Peningkatan dosis lebih lanjut dapat dilakukan dengan penambahan 300 mg/hari, diberikan dalam 3 dosis terbagi. Maksimal 2.400 mg/hari. Efek Samping: Rasa kantuk, rasa kelelahan, pusing. Kontra Indikasi,Pasien hipersensitif terhadap gabapentin.
2) Dosivec
komposisi : Erdosteine indikasi : Mukolitik, untuk mengencerkan lendir pada penyakit pernapasan akut & kronik. Dosis :1 kapsul 2-3 x/hari efek samping : Gangguan GI. Jarang: sakit kepala, dispnea, perubahan daya pengekapsulan, urtikaria, eritema, dermatitis kontra indikasi : Hipersensitivitas. Sirosis hepatik & defisiensi enzim sistationin-sintetase. Gagal ginjal berat (bersihan kreatinin kurang dari 25 mL/mnt).
3) Vardipin
Komposisi: Tiap tablet mengandung: Amlodipine 5 mg dan Valsartan 80 mg Indikasi: Hipertensi essensial pada pasien dengan tekanan darah yang tidak cukup dikendalikan dengan terapi obat tunggal. Dosis :1 tablet sehari Efek samping: Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan sesuai dengan masing-masing individu. Jika terjadi efek samping yang berlebih dan berbahaya, harap konsultasikan kepada tenaga medis. Efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan obat adalah: Sakit kepala, rasa panas dan kemerahan pada wajah, lemas, nasofaringitis, influenza, edema, pitting oedema, edema pada wajah, edema perifer. Kontra indikasi: Angina tidak stabil
4) Grafik
Komposisi : asam Mefenamat 500 mg Dosis : Dewasa dan anak diatas 12 tahun: 1 kaplet, 3 kali per hari Efek Samping: Reaksi hematologi & kulit, gangguan pencernaan, sakit kepala Indikasi Umum : Meredakan nyeri ringan hingga sedang pada sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid primer, nyeri reumatik, nyeri otot, dan nyeri paska operasi Aturan Pakai : Tablet diminum pada saat makan atau sesudah makan Kontra Indikasi : chevron-uphipersensitivitas, pasien yang akan atau telah menjalani operasi by-pass jantung, pasien dengan masalah ginjal, hati, asma, urtikaria atau radang/tukak lambung atau usus, pasien yang sedang hamil
5) Erysanbe
komposisi : Erythromycin stearate 500 mg Dosis : Dewasa > 20 kg : 1 - 2 4 kali sehari. Anak < 20 kg : 30 - 50 mg/kg BB/hari. Diberikan dalam dosis terbagi tiap 6 jam Indikasi Umum : Infeksi saluran pernapasan, kulit & jaringan lunak, pneumonia, gonore, infeksi lain yang disebabkan oleh mikroorganisme yang rentan. Aturan Pakai : Berikan sebelum makan Efek Samping : Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan sesuai dengan masing-masing individu. Jika terjadi efek samping yang berlebih dan berbahaya, harap konsultasikan kepada tenaga medis. Efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan obat adalah: Gangguan Gl, reaksi alergi, superinfeksi, ototoksisitas, kolitis pseudomembran. Kontraindikasi: Obat erysanbe ini disarankan untuk tidak digunakan pada orang yang memiliki hipersensitivitas terhadap erythromycin.
6) Mesol
Kandungan / Komposisi: Tiap tablet mengandung metilprednisolon 4 mg Indikasi / Kegunaan: Digunakan untuk mengobati berbagai kondisi peradangan yang berbeda seperti radang sendi, lupus, psoriasis (peradangan kulit), kolitis ulseratif (peradangan pada usus besar dan rektum), kelainan alergi, gangguan kelenjar (endokrin), dan kondisi yang mempengaruhi kulit, mata, paru-paru, perut, sistem saraf, atau sel darah. Dosis : awal 2-60 mg/hari. Kondisi alergi: 24 mg pada hari pertama, 20 mg pada hari kedua, 16 mg pada hari ke 3, 12 mg pada hari ke 4, 8 mg pada hari ke 5, 4 mg pada hari ke 6. Efek Samping Gangguan keseimbangan elektrolit dan cairan tubuh, kelemahan otot, penurunan resistensi terhadap infeksi, gangguan penyembuhan luka, meningkatnya tekanan darah, katarak, gangguan pertumbuhan pada anak, insufisiensi adenal, sindrom Cushing, osteoporosis, dan tukak lambung. Kontraindikasi: Jangan digunakan oleh Pada pasien dengan infeksi jamur sistemik, hipersensitif terhadap komponen obat, tukak duodenum dan tukak peptik, osteoporosis berat, riwayat penyakit jiwa, herpes, dan baru mendapat imunisasi.
7) Tensicap
Komposisi: Captopril 25 mg Indikasi:Hipertensi, gagal jantung pada pasien dengan tekanan darah normal atau rendah yang tidak responsif terhadap terapi intensif diuretik dan kemungkinan menderita defisiensi natrium ataupun hipovolemik Dosis: Hipertensi : diawali 3 x sehari 0.5-1 tablet, setelah 1-2 minggu dapat ditingkatkan hingga 2-3 x sehari 2 tablet sesuai kebutuhan. Untuk gagal jantung : awal 6.25 atau 12.5 mg 3 kali/hari. Efek samping: Ruam kulit, pruritus, muka kemerahan, proteinuria, angioedema pada muka, neutropenia, anemia, trombositopenia, lesi seperti pemfigus yang reversibel, fotosensitivitas Kontra indikasi: Hamil 8) Estin Komposisi: Cetirizine 10 mg/ml Indikasi:Rinitis menahun, rinitis alergi, urtikaria idiopatik kronik. Dosis: . Dewasa dan anak di atas 12 tahun : 1 kali sehari 1 ml Anak 6-12 tahun : 1 kali sehari 1 ml atau diberikan secara dosis terbagi 0,5 ml setiap 12 jam. Anak 2-6 tahun : 1 kali sehari 0,5 ml atau diberikan secara dosis terbagi 0,25 ml setiap 12 jam. Efek samping: Mengantuk, pusing, sakit kepala, gelisah, mulut kering, gangguan GI, reaksi pada kulit, angioedema. Kontra indikasi: hipersensitif
9) Oscal Caltriol
Komposisi Calcitriol 0.25 mcg Indikasi: Osteoporosis pasca menopause. Osteodistrofi renal pada pasien dengan gangguan ginjal kronik, terutama yang menjalani hemodialisis. Hipoparatiroidisme pasca operasi dan idiopatik. Pseudohipoparatiroidisme. Ketergantungan vit D dan hipofsofatemik. Rickets yang resisten terhadap vit D. Dosis: 1-2 kapsul sehari Efek samping: Mual, muntah, pusing, mulut kering, konstipasi, nyeri otot, nyeri tulang. Kontraindikasi: Hiperkalsemia, keracunan vit D. 10) Tudiab Kegunaan: Tudiab digunakan untuk pasien diabetes melitus tipe 2. Dosis & Cara Penggunaan: Tudiab merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Tudiab juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Dewasa : Dosis awal diminum 500 mg 2-3 kali sehari atau 850 mg 1-2 kali sehari. Dapat ditingkatkan hingga 2000-3000 mg perhari dengan jarak waktu minimal 1 minggu Anak-anak diatas 10 tahu Dosis awal 500 mg 1-2 kali sehari atau 850 mg sekali sehari dapat ditingkatkan bertahap maksimal 2000 mg perhari dalam 2-3 dosis terbagi dengan selang waktu minimal 1 minggu. Efek Samping: Efek samping yang mungkin terjadi apabila menggunakan Tudiab adalah Diare Gangguan nafsu makan Nyeri pada bagian perut Gangguan indera perasa Mual, muntah. Kontraindikasi: Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap metformin HCl Pasien yang memiliki riwayat asidosis metabolik akut atau kronik, sedang melakukan operasi mempunyai disfungsi ginjal
❖ OBAT PRECURSOR
1) Tremenza
Tablet Komposisi: pseudoephedrine HCL 60 mg, Triprolidine HCL 2.5 mg Indikasi umum: Meringankan gejala-gelaja flu Dosis: Dewasa dan anak>12 tahun: 1 tablet,3-4 kali sehari.Anak 6-12 tahun:1/2 tablet,3-4 kali sehari. Efek samping:Mulut,hidung,dan tenggorokan kering. Mengantuk,pusing gangguan koordinasi,tremor,insomia,halusinasi dan juga tinitus. Kontrak indikasi:Penyakit saluran pernafasan bawah, asma, hipertensi glaukoma,diabetes,CAD,dan terapi MAOI.
2) Rhinos SR
Komposis: Tiap kapsul mengandung loratadine 5 mg Pseudoephedrine HCl 120 mg Indikasi umum:Meredakan gelaja yang berhubungan dengan rimitis alergi: bersin, hidung tersumbat,rinore,pruritus,dan lakrimasi. Dosis: Dewasa dan anak diatas 12 tahun 1 kapsul, 2 kali sehari atau setiap 12 jam. Efek samping: Gangguan GI, palpitasi,takikardia,dan ektrasistol. Kontrak indikasi: Hipersensitivitas terhadap agen Adrenergik,dan juga KV.
3) Andex
Komposisi: Paracetamol 500 mg,Dextromethaorphan hbr 15 mg, chlorpheniramine maleate 1 mg, Phenylpropanolamine HCl 15 mg Indikasi umum: Untuk meringankan gelaja-gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin Dosis:Dewasa 3-4 kali sehari 1 tabler Efek samping:Mengantuk,mual,muntah,sembelit,diare,mulut kering, takikardia (detak jantung melebihi 100 kali per hari). Kontrak indikasi: Hipertiroid,hiperrensi,penyakit jantung koroner, MAOI, dan nefropati.
4) Lapifed
Komposisi:Triprolidine HCl 2.5 mg, Pseudoephedrine HCl 60 mg Indikasi:meringankan peradangan saluran pernafasan bagian atas,rinitis alergi, dan rinitis vasomotor Dosis: Dewasa dan anak 12 tahun ke atas: sehari 3 kali 1 tablet Efek samping:Menfantuk,depresi,tremor,bunyi berdengung, denyut jantung cepat, denyut jantung tidak beraturan, berdebar, mulut,hidung dan tenggorokan kering. Kontrak indikasi:MAOI,hipertensi berat. 5) Zaidiar Komposisi: Tramadol 37,5 mg. parasetamol 325 mg. Indikasi:Meringankan nyeri akut dan kronik,meredahkan nyeri sedang hingga berat. Dosis:Dewasa 16 tahun ke atas,umum:3-4 tablet/hari.Dosis maksimal:8 tablet/hari. Efek samping:Mual,pusing,keringat berlebihan,penurunan kesadaran,nyeri pada perut, kehilangan nafsu makan, kelemahan dan juga kesulitan buang air besar. Kontra indikasi: jangan di konsumsi pada kondisi, pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat, anak-anak 12 tahun ke bawah, pasien penderita depresi pernafasan,pasien penderita asam akut atau parah dan juga pasien yang mengalami penyumbatan pada (obstruksi) saluran pencernaan.
❖ OOT
1) Promedex
Komposisi: Per 5 mL : Promethazine HCl 5 mg, Dextromethorphan 15 mg, Ipecac tinct 0.1 mL, guaifenesin 50 mg, Na Citrate 197 mg, Menthol 1 mg Indikasi umum: Batuk karena Flu, TBC, Asma Bronkhial, Pertusis/Batuk Rejan, Pneumonia, Bronkhopneumonia, Faringitis, Laringitis, Trakhitis, Bronkhitis & Alergi. Dosis: Dewasa : 3-4 kali sehari 1-2 sendok takar. Anak > 4 tahun : 1 sendok takar. Anak < 4 tahun : 1-4 kali sehari 1/2 sendok takar Efek samping: Gangguan GI, mengantuk, pusing, penglihatan kabur, mulut kering, dada terasa terikat, tinitus, sakit kepala, serangan seperti epilepsi (dosis besar) Kontraindikasi: Hipertiroid, hipertensi, penyakit koroner, terapi MAO
2) Lavisip
Komposisi: glyceryl guaiacolate 150mg, dextromethorphan HBr 10mg, diphenhydramine HCl 15mg. Indikasi: untuk meringankan batuk dan flu yang disertai alergi Dosis: dewasa & anak >12 tahun: 3-4 kali sehari 1 tablet. anak 6-12 tahun: 3-4 kali sehari 1/4-1/2 tablet. efek samping: mengantuk, pusing, mulut kering, ruam kulit kontraindikasi: gangguan jantung, diabetes melitus, glaukoma, gangguan fungsi ginjal dan hati, ibu hamil, anak < 2 tahun, dapat mengganggu kemampuan mengemudi dan menjalankan mesin
3) Analtram
Komposisi: Tramadol HCl 37,5 mg. Paracetamol 325 mg. Indikasi: Terapi jangka pendek untuk nyeri akut. Dosis: Dosis awal: 2 kaplet/hari dan gunakan seperlunya, dengan selang waktu tidak boleh kurang dari 6 jam. Dosis maksimal: 8 kaplet/hari. Efek samping: Mual Pusing Kondisi mengantuk yang cukup dalam namun masih bisa dibangunkan dengan menggunakan rangsangan (somnolen). Kelelahan (astenia). Rasa panas dan kemerahan pada wajah. Sakit kepala Gerakan yang tidak terkontrol dan tidak terkendali pada satu atau lebih bagian tubuh (tremor).Nyeri perut, Frekuensi buang air besar yang lebih sedikit dari biasanya (konstipasi). Sering buang air besar, dengan kondisi tinja yang encer (diare). Rasa tidak nyaman yang timbul pada perut bagian atas (dispepsia). Kembung Mulut kering Muntah Ketakutan seseorang akan kenaikan berat badan (anoreksia). Cemas Kebingungan Perasaan gembira yang berlebihan (euforia). Gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya sulit tidur (insomnia). Gugup. Rasa gatal pada sebagian atau seluruh badan (pruritus), Ruam kulit Berkeringat banyak. Kontra indikasi: Pasien alergi terhadap opiat. Pasien yang mengkonsumsi alkohol,umsi obat depresi susunan saraf pusat (hipnotik),obat golongan narkotika, obat analgesik yang bekerja secara sentral, obat golongan psikotropik, mendapat monoamin oksidase (MAO).gangguan hati berat.Pasien kejang (epilepsi)dan Wanita hamil dan menyusui.
❖ OBAT PSIKOTROPIKA
1) Valium
kontra indikasi: Valium di gunakan untuk premedikasi atau pemeliharaan dan pemulihan anestesi, memberikan efek tenang dalam prosedur bedah dan medis minor, mengatasi kecemasan parah, kejang otot, sindrom penarikan alkohol, insomnia yang berhubungan dengan kecemasan komposisi: Diazepam 2 mg Diazepam 5 mg dosis : Anak Usia sampai 6 tahun : 3 x sehari 1-2 mg. Usia 6-14 tahun : 3 x sehari 2-4 mg.Dewasa dosis lazim 3 x sehari 2-5 mg. Bila perlu dosis dapat ditingkatkan menjadi 3 x sehari 10 mg. efek samping : Efek samping yang umum adalah mengantuk, kesulitan koordinasi, kelelahan, kelemahan otot, ataksia, dan kepala terasa ringan. Efek samping yang lebih jarang misalnya nyeri kepala, vertigo, perubahan salivasi, gangguan saluran cerna, ruam kulit, dan gangguan penglihatan. Efek samping yang lebih serius, tetapi kejadiannya relatif jarang misalnya depresi pernapasan, ketergantungan, gangguan mental, amnesia, kebingungan, kelainan darah dan sakit kuning, retensi urin, dan hipotensi kontra indikasi: Kontraindikasi pada glaukoma sudut sempit akut wanita hamil terutama pada trimester pertama atau ibu menyusui. Tidak boleh digunakan sebagai terapi tunggal pada depresi atau ansietas dengan depresi.Jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada diazepam atau obat golongan benzodiazepine lainnya. Hindari penggunaan obat ini pada pasien myasthenia gravis, insufisiensi pernapasan berat, insufisiensi hati berat, insufisiensi ginjal berat, insufisiensi pulmoner akut, kondisi fobia dan obsesi, psikosis kronik, serangan asma akut, dan sleep apnea sindrom Kontraindikasi pada glaukoma sudut sempit akut.
2) Antivan
komposisi : Ativan adalah obat yang mengandung lorazepam. Ativan adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan. Ativan mampu menghasilkan efek menenangkan di berbagai bagian otak dan sistem saraf pusat. Efek menenangkan ini sangat membantu dalam berbagai kondisi yang menyebabkan rasa gelisah atau cemas, seperti sebelum tindakan operasi atau sebelum kemoterapi. Ativan terdiri dari 3 macam dosis yaitu 0.5 mg, 1 mg dan 2 mg. indikasi : Ativan digunakan untuk menangani gangguan kecemasan, insomnia yang berhubungan dengan kecemasan, sebelum dilakukan tindakan operasi. dosis : Ativan merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Gangguan kecemasan Dewasa: 1-4 mg per hari dalam dosis terbagi selama 2-4 minggu. Lansia (lanjut usia): Setengah dosis dewasa atau ditentukan oleh Dokter. Insomnia yang berkaitan dengan gejala cemas Dewasa: 1-2 mg diminum saat menjelang tidur. Lansia: Setengah dosis dewasa atau ditentukan oleh dokter. Sebelum dilakukan tindakan pembedahan Dewasa: diberikan dosis 2-3 mg semalam sebelum pembedahan, dilanjutkan dengan dosis 2-4 mg diberikan 1-2 jam sebelum tindakan pembedahan. Anak usia 5-13 tahun: diberikan dosis 0,5-2,5 mg atau 0,05 mg / kg berat badan, diberikan tidak kurang dari 1 jam sebelum operasi. efek samping : Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Ativan adalah:Perubahan mental.Bicara cadel.Kelemahan yang tidak biasa.Kesulitan berjalan. Mengantuk.Pingsan. Kegagalan pernapasan. kontra indikasi : Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi: Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Lorazepam. Pasien yang memiliki riwayat penyakit glaukoma dan kerusakan hati akut. Penderita insufisiensi paru akut, depresi pernafasan, apnea tidur, keadaan obsesif, miastenia gravis. Kehamilan (merencanakan kehamilan, trimester 1 atau
3) Alganax
Komposisi: diazepam 5 mg/2 indikasi : antikonvulsan, ansiolitik, sedative, pelemas otot dan amnestic. Dosis: Insomnia diberikan 5-15 mg sebelum tidur Kecemasan yang berat 2 mg 3 kali sehari , maksimal 30 mg per hari Terapi pada kondisi kejang 2-60 mg per hari dosis terbagi Anastesi sedasi dalam prosedur bedah dan medis minor 5-20 mg Kejang otot 2-15 mg per hari dalam dosis terbagi hingga 60 per hari pada gangguan kejang parah Sindrom penarikan alkohol 5-20 mg ulangi pemberian obat setiap 2-4 jam jika perlu. Atau 10 mg 3-4 kali sehari pada hari pertama, kurangi dosis menjadi 5 mg 3-4 kali sehari sesuai kebutuhan. Efek samping: Pusing, Kelelahan, Kantuk, Tubuh bergetar atau tremor, Bingung, Gangguan keseimbangan, dan Penglihatan kabur Kontra indikasi :Hindari penggunan Valium pada pasien yang memiliki indikasi seperti penderita glaucoma sudut tertutup akut, koma, depresi sistem saraf pusat yang sudah ada sebelumnya, sinfrom apnea tidur, pernafasan berat dan akut, miastenia gravis dan gangguan hati berat.
❖ OBAT NARKOTIKA
1) Cadikap codein
Komposisi Codikaf tablet 10 mg: kodein fosfat 10 mg. Codikaf tablet 15 mg: kodein fosfat 15 mg. Codikaf tablet 20 mg: kodein fosfat 20 mg. Indikasi -Mengatasi nyeri ringan hingga sedang. -Mengatasi batuk kering (antitusif). -Mengatasi diare yang terjadi selama 2 minggu ke atas (diare akut). Dosis : Dosis obat: Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter Dewasa: Antitusif: 15-30 mg sebanyak 3-4 kali/hari Analgetik: 15-60 mg/4 jam. Dosis maksimal: 360 mg/hari. Diare akut: 15-60 mg sebanyak 3-4 kali/hari. Anak-anak: Antitusif: 2-5 tahun: 3 mg sebayak 3-4 kali/hari. 6-12 tahun: 7,5-15 mg sebanyak 3-4 kali/hari. Analgetik: 12 tahun ke bawah: 0,5-1 mg/kgBB/4-6 jam/hari. Dosis maksimal: 240 mg/hari. Efek samping: Kesulitan buang air besar (konstipasi), Mual atau muntah, Mengantuk, Merasa bingung, pusing, dan sakit keapala yang membuat penderita merasa sekelilingnya seperti berputar (vertigo), Mulut kering, Sakit kepala. Kontra indikasi: Pasien yang mengalami depresi pernapasan akut. dengan keadaan koma. Mengalami trauma pada kepala. penderita gagal hati.penderita asma bronkial akut atau berat. mengalami penyumbatan pada saluran pencernaan. Pasien yang mengalami kelumpuhan otot usus yang menyebabkan gangguan pergerakan usus (ileus paralitik). mengalami perut kembung. mengonsumsi alkohol akut. mengalami cedera kepala. peningkatan tekanan intrakranial.mengalami diare yang disebabkan oleh kolitis pseudomembran atau keracunan. Anak-anak 12 tahun tahun ke bawah. Pasien 18 tahun yang menjalani tonsilektomi dan atau adenoidektomi. 12-18 tahun yang memiliki faktor risiko lain untuk depresi pernapasan.. Pasien 18 tahun ke bawah (bila digunakan untuk mengatasi batuk). Ibu menyusui. Pasien yang secara bersamaan atau dalam 14 hari setelah penggunaan MAOI.
2) Mst continius
Komposisi Morfin sulfat Indikasi Obat pereda nyeri golongan opioid, Menghilangkan rasa nyeri dengan intensitas sedang hingga parah Dosis: Dewasa: 5–20 mg, tiap 4 jam. Anak usia 1–5 tahun: 5 mg, tiap 4 jam. Dosis maksimal adalah 30 mg. Anak usia 6–12 tahun: 5–10 mg, tiap 4 jam. Dosis maksimal adalah 60 mg Efek samping : Sakit kepala Kram perut Gugup Rasa kantuk yang parah Konstipasi Perubahan mood Sulit berkemih Mual atau muntah Kontra indikasi: Disfungsi saluran empedu atau pankreatitis akut. Pembengkakan prostat.Penyakit mental seperti depresi, gangguan kecemasan, atau PTSD.Disfungsi tiroid.Kejang.Penyakit ginjal atau penyakit hati.Memiliki riwayat penyalahgunaan obat-obatan atau alkoholisme. Sedang hamil atau menyusui.
3) Petidin
Komposisi: Pethidin HCl 50 mg Indikasi : nyeri sedang-berat, sebagai analgesik pre dan postoperatif, serta terapi adjuvan anestesi. Petidin dapat dimanfaatkan untuk mengurangi nyeri persalinan, pankreatitis, ataupun kolelitiasis. Dosis: Dosisnya sekitar 25-150 mg melalui injeksi IM atau SC setiap 4 jam sesuai kebutuhan; juga dapat diberikan melalui injeksi IV lambat dengan dosis 25-50 mg, diulang setiap 4 jam sesuai kebutuhan. Sesuaikan dosis berdasarkan toleransi pasien, keparahan nyeri, dan respons klinis; gunakan dosis efektif terendah dengan durasi terpendek. Anak: 0,5-2 mg/kg melalui injeksi IM atau SC, dapat diulang setelah 4 jam sesuai kebutuhan. Lansia: Mulai dari dosis paling rendah. Efek samping: mual, muntah, sakit kepala, jantung berdebar, kelelahan, kesulitan buang air kecil, terus berkeringat , mulut kering, semberlit, dan ruam pada kulit Kontra indikasi: Epilepsi Penyakit Addison Gangguan saluran empedu, contohnya pankreatitis akut Obesitas parah Gangguan tidur Anemia sel sabit Penyakit tiroid Riwayat penyalahgunaan zat Penyakit mental dan ketergantungan Penyakit ginjal dan penyakit hati Hamil dan menyusui
OBAT BEBAS TERBATAS P1 -6 ● P1
1) Laxarec
Komposisi Per 5 ml : Na lauryl sulfate 45 mg, sorbic acid 5 mg, Na citrate 450 mg, PEG 625 mg, sorbitol 4.8 g Indikasi Umum Konstipasi. Persiapan prosedur diagnosa sebelum dan sesudah operasi dan pada kondisi yg membutuhkan defekasi bisa di gunakan juga mengatasi sembelit kronis Dosis Dewasa, anak & wanita hamil 1 tube sehari. Efek Samping Sensasi sedikit perih, kemerahan pada kulit kontra indikasi Peradaban akut pada daerah sekitar anus-rektum.
2) Laxana
Komposisi: Bisacodyl 5 mg Indikasi:Memudahkan BAB pada keadaan konstipasi, sebelum dan sesudah operasi. Untuk persiapan pemeriksaan radiografi dan abdomen, atau penggunaan sebelum dan sesudah operasi, perlu dikombinasikan dengan suppo untuk menghasilkan efek maksimal. Dosis: Dewasa dan Anak > 12 tahun : 2 tablet dosis tunggal, diminum sebelum tidur atau 1/2 jam sebelum makan pagi. Anak 6-12 tahun : 1 tablet/hari, sebelum tidur. Efek samping: Kram usus, mual, diare. Kontra indikasi: Operasi abdomen akut, apendisitis, perdarahan rektal, gastroenteritis.
3) Berlifed
Indikasi Umum: Meringankan batuk berdahak dan pilek Komposisi: Per 5 mL : Prometasin HCI 5 mg, pseudoefedrin HCI 15 mg, Na-sitrat 57 mg, amonium klorida 135 mg, etanol 0.02% Dosis: Anak 2-5 tahun : 3 kali sehari 2.5 mL; Anak 6-12 tahun : 3 kali sehari 5 mL. Dewasa : 3 kali sehari 10 ml Efek Samping: Mengantuk, gangguan cerna, sakit kepala, insomnia, eksitasi, tremor, takikardi, aritmia, mulut kering, palpitasi, susah buang air kecil. P2 1) Xesadol Komposisi: Hexetidine 0.1% Indikasi: Mengatasi infeksi ringan pada mulut dan tenggorokan, seperti radang gusi, radang disekitar gigi, sariawan, radang selaput lendir mulut serta untuk mengatasi gejala-gejala radang tenggorokan dan radang akibat amandel. Dosis:Untuk luka pada bagian mukosa dan tenggorokan, kumur 15 ml selama 30 detik pagi dan malam, atau oleskan pada luka dengan lidi kapas. Efek samping:Hipersensitif Kontra indikasi:Hipersensitif 2) Minosep Indikasi Umum: Meringankan batuk berdahak dan pilek. Komposisi: Per 5 mL : Prometasin HCI 5 mg, pseudoefedrin HCI 15 mg, Na-sitrat 57 mg, amonium klorida 135 mg, etanol 0.02% Dosis: Anak 2-5 tahun : 3 kali sehari 2.5 mL; Anak 6-12 tahun : 3 kali sehari 5 mL. Dewasa : 3 kali sehari 10 ml Efek Samping: Mengantuk, gangguan cerna, sakit kepala, insomnia, eksitasi, tremor, takikardi, aritmia, mulut kering, palpitasi, susah buang air kecil Aturan Pakai Kumur-kumur selama 30 detik sampai 1 menit pada pagi dan malam hari sebelum tidur. Dianjurkan tidak berkumur dengan air selesai berkumur. Perhatian Hanya untuk dikumur. Jauhkan dari jangkauan anak-anak Kontra Indikasi, Hipersensitif terhadap komponen obat.
4) Tantumberde
Komposisi:Per-5 mL : Benzydamine HCl 7.5 mg, Alkohol 10% Indikasi: Untuk meringankan rasa sakit pada mulut dan tenggorokan seperti tonsilitis, sakit tenggorokan, post ekstraksi gigi dan kelainan periodontal. Dosis: Dikumur-kumur 2-3 x per hari 15 ml selama 60 detik Efek samping : mungkin dapat menimbul rasa megigit Kotrak indikasi : Penderita yang hipersensitif terhadap obat ini.
- P3
1) Alphadine Komposisi : Povidone-iodine Dosis :Oleskan dengan kapas pada luka beberapa kali Indikasi : Antiseptik dan desinfektan pada kulit, luka, pra-pasca bedah, infeksi kulit karena jamur dan kuman. Efek Samping : Iritasi lokal, dermatitis, kemerahan, iritasi, pembengkakan, reaksi alergi. Kontra indikasi : Jangan digunakan pada luka bakar yang luas ( > 20% luas permukaan tubuh). Hentikan jika terjadi iritasi, pembengkakan.
2) Fungiderm Komposisi Clotrimazole 1% Indikasi: Infeksi jamur pada kulit dan kuku karena dermatofit, ragi dan jamur lainnya Dosis Oleskan (krim) / taburkan (bedak) secukupnya 2-3 x pada bagian yang sakit selama 10-14 hari secara teratur dan tidak berhenti. Infeksi disela jari kaku membutuhkan waktu 1 bulan Efek samping: Kulit kering, pruritus, iritasi, rasa terbakar/ tersengat ringan atau sedang, Perubahan atropik lokal pd kulit (penggunaan lama & intensif), Hiperkortikosme (pd penggunaan iama). Gatal, folikulitis, hipertrikosis,erupsi menyerupai akne, hipopigmentasi, dermatitis perioral, dermatitis kontak alergi, maserasi kulit, infeksi sekunder, strie & miliaria. Kontra indikasi: Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada clotrimazole atau obat golongan imidazole lainnya.
3) Vidisep
Komposisi : Mengandung Zat Aktif Povidone-Iodine Indikasi : Membunuh Atau Menghambat Pertumbuhan Bakteri Pada Permukaan Kulit Dan Membran Mukosa. Vidisep Bekerja Dengan Merusak Sel Bakteri Cara Menyimpan : Simpan Pada Suhu Di Bawah 30C Dalam Wadah Tertutup Rapat Terlindung Dari Cahaya Efek Samping : Iritasi Lokal, Gatal, Ruam, Edema, Luka Bakar.
P4
1) Asmasolon
Komposisi: Ephedrine HCl 12.5 mg, Theophylline Anhydrous 130 mg Indikasi: Untuk menanggulangi dan meringankan asma bronkial, juga digunakan untuk bronkitis asmatikus, bronkitis kronis, yang disertai emfisema dan emfisema yang disebabkan oleh spasma bronkus Dosis: Dewasa: 1-2 tablet, diminum 3-4 kali per hari. Anak: 0.5-1 tablet, diminum 2 kali per hari. Efek samping:Mual, muntah, diare, sakit kepala, insomnia, palpitasi, takikardia, aritmia ventrikular. Kontra indikasi: Obat ini sebaiknya tidak digunakan pada pasien dengan Hipertiroidisme, hipertensi, penyakit kardiovaskular, glaukoma sudut tertutup, pembesaran prostat, ulkus peptikum, dan pasien yang sedang mengkonsumsi obat MAOI.
2) Vape
Komposisi : Dimefluturin 0.04, Praletrin 0.12, Siflutrin 0.02 Indikasi : Membunuh Serangga Yang Dapat Mengganggu Kenyamanan Manusia . Dosis : bakarlah obat nyamuk sesuai prosedur Efek Samping : Jika Terhirup Atau Tertelan, Bahaya Obat Nyamuk Semprot Yang Mengandung Piretrin Dapat Menyebabkan Sesak Napas, Batuk-Batuk, Muntah, Hingga Kehilangan Kesadaran
3) Hit bakar
Komposisi : Piretrum - bahan bubuk alami dari sejenis tanaman seruni. Piretrin - ekstrak bahan kimia insektisida dalam piretrum. Aletrin - terkadang disebut d-trans-aletrin, merupakan piretroid sintetis pertama. HIT luncurkan inovasi obat nyamuk HIT Magic Expert berbentuk piramida yang terbuat dari karton dan tidak mudah patah Indikasi : Produk ini memiliki kemampuan instan, yaitu empat kali lebih cepat membasmi nyamuk. Nyamuk mati pada menit keempat. "Produk ini mematikan nyamuk empat kali lebih cepat. Dosis : Tidak boleh terpapar manusia secara langsung maupun tidak langsung Efek samping : efek samping menghirup hit bakar adalah tidak sadarkan diri. * Muntah muntah hebat. * Mulut bau aroma obat nyamuk. * Keringat dingin. * Tenggorokan terasa terbakar. * Lemas. kontra indikasi : setelah menyalakan obat nyamuk bakar hit magic disarankan ditempatkan tidak terlalu dekat jaraknya dengan kita tidur karna Faktanya, asap hasil pembakaran obat nyamuk bakar merupakan emisi berbahaya bagi kesehatan juga, lalu karena dapat mencemari udara dan bagi balita dan orang yang memiliki indikasi penyakit pernafasan seperti asma sangat tidak disarankan menggunakan obat nyamuk bakar karna memiliki efek yang berbahaya.
P5
1) Afirin
Indikasi umum : Afrin adalah obat semprot hidung yang diindikasikan untuk mengatasi hidung tersumbat akibat flu, alergi serbuk sari, ataupun sinusitis. Kegunaan Afrin nasal spray (Oxymetazoline) adalah untuk meredakan hidung tersumbat akibat flu, demam, alergi saluran pernapasan bagian atas lainnya, atau infeksi sinus. Komposisi : Oxymetazoline 0.5 mg/ ml. Dosisi : Dosis biasa: 1-2 semprotan ke setiap lubang hidung, sebanyak 2-3 kali sehari sesuai kebutuhan. Durasi pengobatan maksimal: 5-7 hari berturut-turut Dosis alternatif: 2-3 semprotan ke setiap lubang hidung hingga 3 hari. Maksimal: 2 dosis / 24 jam Aturan pakai: 1-2 semprotan ke setiap lubang hidung, sebanyak 2-3 kali sehari sesuai kebutuhan. Durasi pengobatan maksimal: 5-7 hari berturut-turut. Dosis alternatif: 2-3 semprotan ke setiap lubang hidung hingga 3 hari. Maksimal: 2 dosis / 24 jam. Kontra indikasi: Hindari penggunaan Afrin Nasal Spray pada pasien yang memiliki indikasi peradangan atau lesi mukosa hidung. Efek samping: Efek samping Afrin yang mungkin terjadi selama digunakan, antara lain: • Rasa menyengat atau terbakar • Bersin • Mulut dan tenggorokan kering • Sakit kepala • Tekanan darah tinggi • Sulit tidur
2) Fungares
Komposisi : Mikonazol nitrat 20 mg Dosis : Oleskan sehari 2 x pada alesi. Bila seluruh lesi telah hilang (biasanya 2-5 minggu), perpanjangan pengobatan selama 10 hari untuk mencegah kambuh indikasi :Infeksi jamur pada kulit dan kuku Efek Samping :Iritasi lokal, pruritis , rasa terbakar Kontra Indikasi :Hipersensitivitas Wanita pra menopause. Hamil & laktasi.
3)
Sulfanilamide
Komposisi:Sulfanilanidum Magnasii Oxydum Indikasi: Antijamur, Mengobati kandidiasis vulvovaginalis (vulvovaginal candidiasis) Dosis: Bentuk obat: Krim 15% Krim dimasukkan ke dalam applicator hingga penuh (6 gram), 1–2 kali sehari, selama 30 hari. Bentuk obat: Suppositoria Dosisnya 1 suppositoria (1,05 gram), 2 kali sehari, selama 7 hari. Efek samping: Lelah yang tidak biasa Urine yang berwarna gelap Mudah memar Pusing, keringat yang berlebihan, denyut jantung cepat Sakit kepala, demam, bingung Kontra indikasi: HIV/AIDS, kelainan darah, diabetes, defisiensi G6PD atau porfiria. P6 1) Ardium Komposisi: ekstrak citrus sinensis pericarpum setara dengan diosmin 90% dan hesperidin. Mikronisasi flavonoid Indikasi: nyeri tungkai, bengkak, atau edema terutama pada malam hari, gejala fungsional yang diakibatkan oleh wasir Dosis: nyeri tungkai 2x sehari 1 tablet, wasir 6 tablet selama 4 hari dan dilanjutkan 4 tab selama 3 hari. Efek samping: gangguan saluran cerna/GI. Kontraindikasi 2) Venaron Kegunaan/Komposisi:Venaron digunakan untuk meringankan gejala ambeien. Dosis dan Cara Penggunaan: Dosis: 2-3x sehari 1 kapsul. Diminum sesudah makan Efek Samping: Belum ada laporan mengenai efek samping dari Venaron Kontraindikasi: Tidak boleh digunakan oleh pasien dengan riwayat hipersensitif terhadap kandungan obat.
4) Laxarec
Komposisi: Per 5 ml : Na lauryl sulfate 45 mg, sorbic acid 5 mg, Nacitrate 450 mg, PEG 625 mg, sorbitol 4.8 g Indikasi Umum: Konstipasi. Persiapan prosedur diagnosa sebelum dan sesudah operasi dan pada kondisi yg membutuhkan defekasi. Dosis: Dewasa, anak & wanita hamil 1 tube sehari. Efek Samping: Sensasi sedikit perih, kemerahan pada kulit Kontra Indikasi: Peradangan akut pada daerah sekitar anus-rektum
Komentar
Posting Komentar